dreamnicer version 1.0
Showing posts with label Puisi. Show all posts
Showing posts with label Puisi. Show all posts
11 January 2008

PUISI MUHAMMAD IKHSAN

Catatan dari Serambi

-sebuah reportoar

pagi itu, sayang
selepas malam kita habiskan cumbu dalam mesra,
angin akhir tahun yang kering
membentangkan kegelisahan di kotamu
di tanah yang disakralkan
berkelindan dalam ritual kecemasan.
lalu waktu mengajak kita dalam hitungan yang menyakitkan
menit-menit begitu sesak
antar pada pertemuan abadi.

pagi itu, sayang
telah kuhapalkan senyummu yang sunyi
dan kusam tawamu pada embun pagi,
pada setiap kelok jalan dan persimpangan.
pergilah dengan kasih dari tanah kepedihan
karena Dia akan menunggumu di sebuah padang tua
:padang yang tak pernah urung menghadirkan
kenangan pada rimpel-rimpel rindu
kampung halaman yang musnah
:padang yang mengalir air sungai di bawahnya
tertitah dalam kitab suci

dan Dia akan mencumbumu lebih mesra.

jambi, februari 2005


Read more....
(0 comments at js-kit.com)
08 January 2008

Sajak-sajak Andri Anda Saputra

Relief di Puncak Bukit

di puncak bukit sekumpulan semak
telah lupa jadi pohon

bertahun hidup
menggambar jejak yang lembab
di bawah musim

ketika tahun-tahun menjadi kering
ia menjelma wajah bisu burung-burung,

menatap kepergian awan
dari utara

Kandangpadati, 2007


Relief di Jalan Pulang

patung-patung debu
yang pecah dari batu
yang lahir di ujung gagu
tegak menunggu

di balik udara padat
berbagi tubuh
menempuh ruh
yang luruh

Kandangpadati, 2007


Relief di Kota

dini hari terasa lebih dingin. orang-orang
kembali jadi batu di rumah-rumah tanpa lampu.
di ujung gang, bulan pecah melolong panjang
menyembur jalan-jalan. di mata pengembara,
sebuah ladang perburuan.

Kandangpadati, 2007


Relief dari Bukit Lampu

dan kita berkejaran mencuri maksud di antara pintal ombak
di bawah bayangan nujum badan kapal yang pernah karam
sebuah kisah kita turunkan dari layar,
kisah yang seusia bukit berpanah pendar,
bukit yang dulu lerai dari ingatan,
yang bermusim-musim menjadi isyarat atas angin dan hujan

dan kita pun sampai ketika lereng runtuh jadi tepian
lewat dengung angin yang terasa makin rampai
lewat isak air yang terus menampar sakit pelabuhan
menggulung perih berpaut sepi pantai

tapi kita tak henti berkejaran
menghalau nujum sekoci yang lepas saat buritan akhirnya tertelan
membawa sepeti kisah larung ke palung

kitalah yang menimbun tubuh dalam pasir
saat teluk mengendap kisah pelayaran

Kandangpadati, 2007

Penulis adalah mahasiswa Sastra Indonesia angkatan 06.


Read more....
(0 comments at js-kit.com)